Eva Monalisa Mendorong Evaluasi Antrean SNI untuk Pasokan Industri

by

Ancaman Kelangkaan Bahan Baku: Pengurangan Jam Kerja Mengintai

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Lambatnya proses sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) di Kementerian Perindustrian mulai mengancam napas operasional dunia usaha. Anggota Komisi VII DPR RI, Eva Monalisa, menyoroti urgensi evaluasi total terhadap prosedur perizinan guna menghindari kelangkaan bahan baku yang berpotensi memicu gelombang pengurangan jam kerja. Aspirasi ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi VII di Kompleks Parlemen, Senayan.

Kritik Terhadap Proses Sertifikasi SNI

Menyikapi masukan dari Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPP GINSI), Eva Monalisa menyatakan adanya keluhan terkait prosedur perizinan yang rumit dan terkendala. Tingkat ketidakpastian di lapangan sangat tinggi, mengingat implementasi SNI yang bermasalah. Eva menyoroti lambatnya respons atas pengajuan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT-SNI), serta minimnya kapasitas Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang menyebabkan antrean panjang dan melelahkan.

“Hambatan ini dapat memicu krisis pasokan bahan baku dalam waktu dekat, jika tidak ditangani dengan cepat,” tegas Eva.

Dorongan untuk Penguatan Standar Industri Nasional

Eva Monalisa menegaskan dukungannya terhadap standarisasi produk nasional, namun menekankan pentingnya proses yang transparan, cepat, dan akuntabel. Menyadari tekanan ekonomi makro yang tengah melanda, Eva mengingatkan Kemenperin untuk tidak memperberat beban industri dalam negeri dengan birokrasi yang rumit.

“Implementasi standar industri nasional harus diiringi dengan kesiapan sistem dan kapasitas lembaga sertifikasi yang memadai. Layanan yang cepat dan transparan diperlukan untuk menghindari ketidakpastian di lapangan,” papar Eva Monalisa. VN-DAN

Sumber: Vanusnews

Source link