Rina Sa’adah Desak BGN Borong Telur untuk Menu MBG
Jatuhnya harga telur di tingkat peternak rakyat memicu keprihatinan mendalam di parlemen. Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa’adah mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengintervensi pasar dengan mengoptimalkan penyerapan telur lokal sebagai menu wajib dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah taktis ini dinilai sebagai solusi jitu berskema multi-benefit; menyelamatkan peternak ayam petelur dari ancaman gulung tikar sekaligus menjamin pasokan protein hewani berkualitas tinggi bagi anak-anak sekolah.
Peternak Terancam Kolaps
Legislator asal Jawa Barat ini membeberkan, hantaman yang dihadapi peternak saat ini sudah di luar batas toleransi. Di satu sisi harga jual telur di pasar merosot tajam, lanjut Rina, namun di sisi lain biaya operasional kandang—mulai dari harga pakan, obat-obatan, hingga bibit ayam (day-old chick)—tetap melambung tinggi.
Jika BGN tidak segera bertindak sebagai penyerap utama (offtaker), Rina mengkhawatirkan terjadinya depopulasi ternak secara masif akibat para peternak tidak lagi sanggup menutup modal produksi.
Pemenuhan Gizi dan Manfaat Telur
Dari sisi pemenuhan gizi, Rina menilai telur adalah sumber protein hewani paling ideal bagi anak-anak karena kaya akan asam amino esensial yang mendukung perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. Selain itu, karakteristik telur yang fleksibel membuatnya sangat mudah diolah menjadi berbagai variasi menu agar anak-anak tidak bosan.
“Telur bisa didadar, direbus, di-semur, atau dijadikan orak-arik sayuran. Ini sangat praktis untuk dapur-dapur umum MBG. Jadi, esensi program ini benar-benar tercapai: gizi anak terpenuhi secara maksimal, dan ekonomi peternak lokal bergerak subur,” pungkas Rina Sa’adah.
Post Views: 9





