HUT ke-58 Majalah Parlementaria: Pentingnya Menjaga Sejarah Parlemen Indonesia
JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan lanskap media, Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana mengingatkan pentingnya menjaga jejak sejarah kelembagaan parlemen Indonesia. Menurut Bonnie, Majalah Parlementaria memiliki nilai strategis sebagai dokumentasi perjalanan demokrasi dan dinamika politik nasional yang dapat menjadi rujukan sejarah bagi generasi mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Bonnie dalam Diskusi Publik bertema “Sejarah Parlementaria: Media Cetak Resmi DPR sebagai Arsip Nasional” yang digelar di Ruang Abdul Moeis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026), dalam rangka peringatan HUT ke-58 Majalah Parlementaria.
Media Sebagai Sumber Informasi Sejarah
Dalam perspektif ilmu sejarah, setiap media memiliki posisi penting sebagai sumber informasi yang merekam peristiwa pada zamannya. Parlementaria memiliki posisi unik karena lahir sebagai media resmi DPR RI yang merekam berbagai dinamika politik, legislasi, hingga perdebatan publik yang terjadi di parlemen.
Bonnie menekankan bahwa keberadaan arsip Parlementaria perlu dijaga dan dikelola secara serius. Edisi pertama Majalah Parlementaria terbit pada 27 Maret 1968, menjadi saksi lahirnya babak baru politik Indonesia setelah peristiwa 1965 dan masa awal konsolidasi Orde Baru.
Pentingnya Digitalisasi dan Pengelolaan Dokumentasi
Bonnie mendorong pengelola Parlementaria untuk mengembangkan langkah digitalisasi agar dokumentasi parlemen dan produk jurnalistik DPR tidak hilang ditelan zaman. Parlementaria harus mampu menghidupkan kembali cerita di dalam arsipnya, mencakup dinamika politik, perdebatan legislasi, dan proses pengambilan keputusan di DPR.
Tantangan terbesar Parlementaria ke depan adalah beradaptasi dengan era digital tanpa kehilangan fungsi historisnya. Digitalisasi arsip, penguatan dokumentasi, serta upaya menghidupkan kembali narasi-narasi lama dinilai menjadi langkah penting agar Parlementaria tetap relevan sekaligus bernilai bagi dunia akademik dan publik.





