Marwan Jafar Soroti Perluasan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak PMI di Luar Negeri
Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak PMI
Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, menyoroti wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Marwan menegaskan pentingnya realisme dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengelola program tersebut.
Menurut Marwan, pengelolaan program di dalam negeri saat ini masih berada dalam kondisi yang kabur dan tidak profesional. Dia menilai bahwa BGN perlu meningkatkan transparansi dalam mengelola program tersebut demi mencegah potensi penyalahgunaan anggaran yang dapat merusak esensi program MBG.
Pentingnya Keterbukaan dalam Pengelolaan Anggaran
Marwan Jafar juga mengingatkan bahwa program MBG didanai oleh anggaran negara yang sangat besar sebesar Rp268 triliun. Dia mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit investigatif terhadap penggunaan anggaran tersebut secara transparan.
Selain itu, Marwan juga mengkritik kinerja Menteri Keuangan yang dinilai kurang teliti dan abai terhadap rincian belanja di lapangan. Menurutnya, penggunaan anggaran untuk program besar tersebut harus diawasi secara ketat demi mencegah kebocoran anggaran yang dapat merugikan program tersebut.
Tantangan di Pasar Keuangan Domestik
Menurut Marwan, penolakan terhadap perluasan program ke luar negeri juga dipengaruhi oleh tekanan dalam pasar keuangan domestik. Kondisi pasar saham yang sedang mengalami penurunan dan melemahnya nilai tukar rupiah menjadi indikator ketidakstabilan ekonomi dalam negeri.
Marwan menegaskan pentingnya disiplin fiskal yang ketat dalam mengelola anggaran negara di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Setiap rupiah anggaran negara harus dimanfaatkan dengan bijak dan efisien untuk menjaga kesehatan APBN serta kelangsungan program-program strategis nasional.





