Firman Soebagyo Kritik Kebijakan Pemerintah yang Berpotensi Matikan Ruang Gerak Swasta
Menurut Wakil Ketua Umum KADIN, Firman Soebagyo, sejumlah kebijakan pemerintah belakangan ini berpotensi mematikan ruang gerak sektor swasta yang selama ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Firman menekankan bahwa sekadar mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak cukup untuk mencapai pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang diinginkan.
Sektor Swasta Penting dalam Pembangunan Ekonomi
Firman menjelaskan bahwa sektor swasta memiliki peran yang sangat vital dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, serta menyumbang penerimaan negara melalui pajak. Namun, dengan berbagai kebijakan yang mungkin justru mempersulit usaha sektor swasta, cita-cita pembangunan ekonomi hanya akan berhenti sebagai wacana belaka.
Mengevaluasi kebijakan yang dirasa kontraproduktif dan memberikan kepastian hukum, penyederhanaan regulasi, serta insentif yang jelas menjadi hal yang didesakkan oleh Firman agar sektor swasta bisa tumbuh dan berkembang tanpa hambatan.
Penutupan gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di beberapa daerah juga menjadi contoh nyata dampak dari kebijakan dan kondisi usaha yang tidak kondusif. Firman menekankan bahwa ritel modern bukan hanya menjadi penggerak investasi, tetapi juga menyerap tenaga kerja dan membuka peluang usaha bagi UMKM dan usaha menengah.
Tanpa Dukungan Nyata pada Swasta, Pertumbuhan Ekonomi Sulit Terwujud
Firman Soebagyo mengingatkan bahwa tanpa dukungan yang nyata kepada sektor swasta, target pertumbuhan ekonomi yang ambisius serta agenda hilirisasi industri nasional akan sulit tercapai. Oleh karena itu, keberpihakan pada sektor swasta perlu menjadi fokus utama pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebagai fasilitator bagi dunia usaha, pemerintah harus mampu menciptakan ekosistem yang sehat dan kondusif bagi sektor swasta agar pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat benar-benar tercapai dengan baik.





