Utang PT PLN (Persero) Tembus Rp804 Triliun, Masyarakat Terbebani
Jakarta, VANUSNEWS.COM | Kondisi keuangan PT PLN (Persero) kembali menjadi sorotan publik setelah utang perusahaan listrik negara itu disebut telah menembus angka Rp804,2 triliun pada 2025. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di level Rp736,4 triliun.
Manajemen Utang PLN
Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, menilai manajemen PLN terlihat terus menambah beban utang tanpa menunjukkan tanda-tanda pengereman yang jelas. Menurutnya, PLN terlihat seperti mengemudikan kendaraan raksasa tanpa rem, terus melaju kencang menuju tebing tanpa terlihat adanya kekhawatiran.
Catatan CBA menunjukkan bahwa tren penambahan utang PLN terus berlangsung sepanjang 2026. PLN menerbitkan beberapa obligasi dan menandatangani perjanjian kredit modal kerja untuk menjaga likuiditas perusahaannya.
Potensi Beban pada Masyarakat
Uchok menyebut besarnya utang PLN ini menjadi kontras dengan sikap tenang manajemen dalam menghadapi tekanan keuangan perusahaan. Menurutnya, segala kebijakan ini dibuat dengan keyakinan bahwa pemerintah akan selalu menjadi penyangga utama PLN.
Namun, Uchok menegaskan bahwa jika kondisi keuangan PLN semakin buruk di masa mendatang, tanggung jawab akhirnya akan kembali kepada negara. Masyarakat pun berpotensi menjadi terbebani karena akhirnya, tanggung jawab keuangan akan menggunakan dana negara yang bersumber dari pajak rakyat.
Manajemen bebas berutang dan melanjutkan ekspansi tanpa batas. Namun, jika suatu saat keuangan perusahaan ambruk, beban tanggung jawab akhirnya akan kembali kepada negara dan rakyat.
Post Views: 19





