Kesejahteraan guru disebut terganggu akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga memotong anggaran dan program pendidikan. Menurut Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, guru honorer berada di bawah kewenangan pemerintah daerah sementara pemerintah pusat memberikan insentif kepada mereka. Insentif itu bukan gaji, melainkan tambahan yang naik menjadi Rp400 ribu pada masa kepresidenan Prabowo Subianto, setelah 20 tahun tidak pernah mengalami kenaikan. Selain itu, tunjangan bagi guru non-ASN juga ditingkatkan menjadi Rp2 juta tanpa melalui transfer ke daerah. Semua kebijakan tersebut sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Seluruh arahan Presiden Prabowo diwadahi oleh Kemendikdasmen tanpa ada program pendidikan yang dikurangi atau terhenti karena program MBG.
Kritik Program MBG: Dampak Terbengkalainya Kesejahteraan Guru





