Isra Miraj sebagai Etika dan Tanggung Jawab Publik: Politisi Golkar Ajak Semua

by

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga sebagai pelajaran moral bagi para politisi. Ranny Fahd Arafiq, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, menyatakan bahwa peristiwa Isra Miraj memiliki pesan yang relevan bagi dunia kepemimpinan. Selain sebagai perjalanan spiritual Rasulullah, Isra Miraj juga menekankan pentingnya tanggung jawab, kejujuran, disiplin, dan kepedulian sosial bagi para pemimpin dalam menjalankan amanah rakyat.

Menurut Ranny, Isra Miraj mengajarkan bahwa jabatan adalah amanah dan bukan tujuan. Seorang pemimpin harus menjalankan tugasnya dengan integritas, hati nurani, dan keberanian untuk berpihak pada keadilan dan kemanusiaan. Perintah shalat lima waktu yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj menjadi simbol keseimbangan antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial, yang harus tercermin dalam kebijakan publik, terutama yang terkait dengan sektor kesehatan, ketenagakerjaan, dan jaminan sosial yang menjadi fokus tugas Komisi IX DPR RI.

Ranny menekankan bahwa semangat Isra Miraj sangat relevan untuk memperkuat komitmen politik yang mendukung kelompok rentan dan menjaga arah politik yang didasari oleh etika dan keadilan sosial. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Isra Miraj sebagai momentum untuk memperkuat moralitas publik. Menurutnya, semangat Isra Miraj harus tercermin dalam tindakan nyata, mendengarkan suara rakyat, dan memperjuangkan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Source link