PT Pelita Air Service Rugi USD 20 Juta: CBA Soroti Tantiem dan Desakan Pecat Manajemen

by -71 Views

PT Pelita Air Service (PT PAS), anak usaha PT Pertamina (Persero), kembali menjadi perbincangan publik karena kinerja keuangannya yang memprihatinkan. Pada tahun buku 2023, perusahaan penerbangan milik negara ini mengalami kerugian besar sebesar USD 20.107.160. Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan bahwa kerugian ini tidak bisa tertutupi oleh laba perusahaan yang hanya USDD 5.914.075 pada tahun 2024.

Sebagai perusahaan penerbangan yang mengoperasikan 12 unit pesawat dan dimiliki hampir sepenuhnya oleh PT Pertamina, PT PAS mencerminkan lemahnya pengawasan dari induk usahanya. Khususnya, kebijakan remunerasi manajemen di tengah kondisi perusahaan yang merugi menjadi sorotan utama. Direktur Utama PT PAS, Dendy Kurniawan, tetap menerima tantiem dan remunerasi besar ketika perusahaan mengalami kerugian, hal ini menimbulkan keraguan terhadap komitmen mereka untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

CBA mendesak Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, untuk bersikap tegas terhadap anak perusahaan yang terus merugi. Sorotan terhadap PT Pelita Air Service ini menjadi evaluasi penting terhadap kinerja dan tata kelola keuangan BUMN, serta memberikan peringatan atas konsistensi antara kinerja perusahaan dan pemberian kompensasi kepada petinggi perusahaan.

Source link