Pada Malam Penganugerahan Duta Muda BPJS Kesehatan, para finalis dari seluruh Indonesia memperoleh penghargaan sebagai figur inspiratif yang akan memperkuat literasi dan edukasi Program JKN di kalangan generasi muda. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengapresiasi komitmen, kreativitas, dan kepedulian finalis dalam Program JKN. Generasi muda dianggap sebagai segmen paling aktif dan berpengaruh di ranah publik digital, hal ini sejalan dengan data yang menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan peserta terbanyak Program JKN. Komitmen BPJS Kesehatan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda tercermin dalam Program Duta Muda BPJS Kesehatan.
Program ini dirancang untuk mengajak generasi muda menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi teman sebaya dan lingkungan sekitar dengan metode yang kreatif dan relevan. BPJS Kesehatan pun menghadirkan inovasi melalui program edukasi interaktif BPJS on Air di platform TikTok. Selain itu, Gerak Sehat Peserta Prolanis (GSP 3-3-5) diusung sebagai upaya untuk mendorong peserta JKN yang menderita penyakit kronis untuk menjalani aktivitas fisik teratur.
Nilai-nilai Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif (INISIATIF) juga menjadi dasar bagi Duta Muda BPJS Kesehatan dalam menjalankan peran mereka. Melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, BPJS Kesehatan berupaya memperkuat literasi JKN dan menyebarkan informasi penting mengenai program kesehatan ini. Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), Nunung Nuryartono, juga mendukung keterlibatan generasi muda dalam mendukung Program JKN.
Finalis Duta Muda BPJS Kesehatan, dari berbagai sekolah di Indonesia, menjalani kurikulum literasi JKN sebagai upaya untuk memberikan edukasi sejak dini tentang jaminan kesehatan. Pada akhirnya, ajang penganugerahan Duta Muda BPJS Kesehatan bukan hanya menandai prestasi finalis, namun juga merupakan pendorong untuk memperkuat generasi muda dalam memahami dan mendukung Program JKN.





