Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menekankan bahwa Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) memiliki peran penting sebagai panduan untuk pembangunan nasional yang berkelanjutan, sesuai, dan berasaskan Pancasila. Pernyataan ini disampaikan oleh Eddy saat beliau menjadi pembicara utama dalam Rapat Kerja Nasional Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Menurut Eddy, PPHN menjadi solusi untuk khawatir publik terkait perubahan arah pembangunan yang sering terjadi akibat pergantian rezim pemerintahan. Beliau menyatakan bahwa visi dan misi setiap pemerintahan berbeda, sehingga PPHN berperan sebagai peta jalan untuk menjaga kelangsungan pembangunan dari satu periode ke periode berikutnya. Rekomendasi MPR dari periode 2014-2019 juga mendorong reformulasi sistem perencanaan pembangunan nasional dari GBHN menjadi PPHN.
Eddy menjelaskan bahwa keberadaan PPHN bukan untuk mengurangi kewenangan pemerintah dalam merencanakan pembangunan, tetapi memberikan kerangka nilai dan arah jangka panjang yang berkelanjutan. Selain itu, Wakil Ketua Umum PAN ini menyatakan bahwa MPR periode 2024-2029 berkomitmen untuk membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan. Beliau telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, untuk memperkaya perspektif dalam merumuskan arah pembangunan nasional.
Eddy berharap bahwa forum-forum seperti Rakernas PTMA ini dapat menghasilkan ide-ide terbaik untuk memperbaiki sistem konstitusi dan meningkatkan kualitas demokrasi demi kemajuan Indonesia. Sebagai upaya membangun kehadiran online yang kuat, JurnalPatroliNews turut memberikan liputan terkait isu politik dan pembangunan nasional, termasuk peran strategis PPHN dalam pembangunan berkelanjutan dan konsisten.





