Di kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Sumber, Solo, terjadi momen menarik yang menarik perhatian publik. Abu Bakar Ba’asyir (ABB), seorang tokoh ulama kharismatik, hadir untuk bersilaturahmi langsung dengan Jokowi. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menunjukkan gestur yang jarang dilakukannya, yaitu mencium tangan ABB. Sikap ini langsung menjadi sorotan luas karena dianggap memiliki makna penting di tengah kondisi politik nasional yang dinamis.
Menurut pengamat politik Rocky Gerung, pertemuan tersebut tidak sekadar silaturahmi biasa, tetapi juga merupakan upaya Jokowi dalam mencari “penyangga kultural” di tengah berkurangnya dukungan politik formal yang dimilikinya. ABB selalu menegaskan komitmennya pada merah putih, sehingga kehadirannya memberikan pesan moral dari kalangan muslim. Rocky menyatakan bahwa ABB menitipkan pesan agar Jokowi tetap berpihak pada Islam, yang menegaskan tuntutan agar negara ditegakkan di atas prinsip keadilan, kesejahteraan, dan kejujuran.
Meskipun ada spekulasi bahwa pertemuan ini adalah bagian dari manuver politik besar, Rocky menepis anggapan tersebut. Menurutnya, ini hanyalah kebiasaan seorang tokoh bangsa yang terbuka untuk menerima tamu, dan kali ini kebetulan ABB yang datang. Tidak ada skenario khusus di balik pertemuan ini, hanya interaksi yang wajar antara dua tokoh.





