SKK Migas Mempercepat Produksi setelah Menemukan 2 Sumber Gas Bumi Besar pada Tahun 2023

by -34 Views

Minggu, 31 Desember 2023 – 17:50 WIB

Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), melaporkan 2 sumber gas besar (giant discovery) berhasil ditemukan pada tahun 2023. Keduanya yakni di laut Kalimantan Timur dan sebelah utara Sumatera.

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara, menegaskan hal itu turut membawa harapan besar pada gas sebagai energi andalan masa depan Indonesia. “Namun diperlukan percepatan proses agar temuan tersebut dapat segera dioptimalkan,” kata Benny dalam keterangannya, Minggu, 31 Desember 2023.

Dia mengatakan, mayoritas investor migas yang hendak melakukan ekplorasi, akan memilih wilayah kerja yang sudah memiliki infrastruktur dan lebih dekat dengan pasar. “Sehingga hal ini perlu menjadi pertimbangan agar setiap temuan ini bisa segera dioptimalkan,” ujar Benny.

Benny berharap, dengan temuan ini investor asing dapat kembali melirik dan memasukkan Indonesia sebagai portofolio investasi ke depan. Untuk itu, Dia menegaskan perlunya perbaikan dari sisi fiscal term maupun non-fiscal term (ease of doing business).

Diketahui, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Mubadala Energy, yang merupakan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), mengumumkan penemuan besar cadangan gas bumi in place di Wilayah Kerja (WK) South Andaman dengan potensi lebih dari 6 TCF (trillion cubic feet).

Temuan gas jumbo ini berasal dari sumur Eksplorasi Layaran-1. Lokasi tersebut sekitar 100 kilometer lepas pantai Sumatera bagian utara. Wilayah Kerja South Andaman merupakan WK migas yang dilelang pada 2018 dan baru diteken kontrak pengelolaannya oleh Kementerian ESDM dan Mubadala Energy pada Februari 2019 dengan menggunakan mekanisme kontrak gross split. Sebelumnya, ENI perusahaan migas asal Italia, juga menyatakan adanya penemuan cadangan gas in place dari sumur eksplorasi Geng North-1 di WK North Ganal sebesar 5 TCF dengan kandungan kondensat diperkirakan mencapai 400 Mbbls. Wilayah Kerja migas ini berlokasi sekitar 85 kilometer dari lepas pantai Kalimantan Timur.