Pembalut Bekas Harus Dicuci Sebelum Dibuang? Ini Faktanya

by

Kebiasaan mencuci pembalut sekali pakai sebelum membuangnya masih dilakukan sebagian perempuan. Praktik tersebut umumnya dipengaruhi keinginan untuk menutup darah menstruasi, budaya, serta mitos yang berkembang di masyarakat. Namun, pembalut sekali pakai sebenarnya tidak perlu dicuci sebelum dibuang.

Jurnal berjudul “Environmental Implications of Disposable Sanitary Napkin Washing Practice: A Study on Menstrual Hygiene Management in West Java, Indonesia” menyebutkan bahwa keputusan mencuci pembalut merupakan pilihan pribadi. Tidak ada aturan resmi yang mewajibkan ataupun melarang kebiasaan tersebut.

Mencuci pembalut sekali pakai berisiko menyebarkan bakteri

UNICEF menyarankan pembalut sekali pakai langsung dibuang setelah digunakan. Mencucinya justru dapat meningkatkan risiko infeksi karena darah menstruasi yang menempel berpotensi membawa bakteri ke tangan dan area yang digunakan untuk mencuci.

Pembalut sekali pakai memiliki bahan penyerap, seperti kapas dan gel, yang dirancang untuk menahan cairan menstruasi. Ketika dicuci, material tersebut dapat rusak. Bahan pembalut dan bakteri yang terbawa juga berpotensi masuk ke dalam air.

Kebiasaan mencuci pembalut juga kerap berkaitan dengan pandangan bahwa darah haid harus disembunyikan. Karena itu, sebagian perempuan mencuci dan membungkus pembalut agar darah tidak terlihat. Sebagian lainnya menghubungkannya dengan hal-hal mistis yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah.

Berbeda dengan pembalut sekali pakai, pembalut kain memang perlu dicuci setelah digunakan. Produk tersebut dirancang untuk dipakai berulang kali sehingga pencucian diperlukan untuk menjaga kebersihan dan membantu mencegah infeksi vagina selama menstruasi.

Cara membuang pembalut dengan aman

Pembalut sekali pakai sebaiknya dibungkus sebelum dimasukkan ke tempat sampah. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan penggunaan tisu toilet atau bahan lain untuk menutup pembalut bekas.

Proses pembuangan dapat dilakukan dengan mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian melepaskan pembalut dari celana dalam. Setelah itu, lipat atau gulung pembalut dengan sisi yang terkena darah berada di bagian dalam. Bungkus menggunakan tisu atau pembungkus pembalut baru, lalu masukkan ke tempat sampah.

Pembalut bekas tidak boleh dibuang ke toilet karena dapat menyumbat saluran pembuangan. Tempat sampah yang digunakan sebaiknya memiliki penutup dan dibersihkan secara rutin untuk mencegah munculnya bau.

Selain memperhatikan cara membuangnya, pembalut juga perlu diganti secara berkala. UNICEF menyarankan pembalut sekali pakai dibuang setelah digunakan selama maksimal 4–6 jam.

Source link