Polri Terjunkan Antiteror dan Penjinak Bom di FIFA ASEAN Cup 2026

by

Polri mengerahkan 5.641 personel untuk mengamankan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Jalak Harupat pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Garuda Bakti–2026” di Lapangan Presisi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Senin (21/9).

Komposisi pasukan terdiri atas 102 personel pimpinan dan staf, 3.834 personel yang bertugas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, serta 1.705 personel dari Polda Jawa Barat. Polri juga menyiapkan satuan antiteror dan personel penjinak bom (Jibom) untuk mendukung pengamanan turnamen tersebut.

Pengecekan kesiapan pengamanan

Apel itu menjadi tahap lanjutan setelah Latihan Pra Operasi Garuda Bakti–2026 yang digelar di Gedung Bareskrim Polri pada Jumat (18/9). Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan Waastamaops Irjen Laksana, apel disebut bertujuan mengecek kesiapan akhir pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026.

Pengecekan mencakup kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor. Laksana menegaskan, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh kelancaran pertandingan, tetapi juga oleh kemampuan aparat memastikan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.

“Keberhasilan pengamanan FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya diukur dari terselenggaranya pertandingan tanpa gangguan, tetapi juga ditentukan oleh terjaminnya keselamatan pemain, ofisial, suporter, dan masyarakat,” kata Laksana.

Ruang lingkup pengamanan meliputi stadion, titik kedatangan, lokasi akomodasi, tempat latihan, rute pergerakan tim, titik konsentrasi suporter, kantong parkir, hingga objek vital. Polri juga menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional dan patroli di sejumlah titik rawan.

Selain pengamanan fisik, operasi tersebut mencakup pemantauan ruang digital serta kesiapan menghadapi ancaman dan kondisi darurat. Unsur yang disiapkan meliputi satuan antiteror, Jibom, antidrone, dan personel untuk penanganan kontinjensi.

Koordinasi dengan PSSI

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengapresiasi kesiapan Polri dalam mendukung penyelenggaraan turnamen. Menurut dia, koordinasi antara PSSI dan kepolisian telah dilakukan sejak lebih dari satu bulan sebelum kompetisi dimulai.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri beserta jajaran. Dari FIFA juga sangat mengapresiasi apel gelar pasukan pagi hari ini. Ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan dan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup tahun ini,” ujar Yunus.

Koordinasi tersebut juga mencakup pengamanan kedatangan dan mobilitas tamu internasional. PSSI telah menyampaikan rencana kehadiran Presiden FIFA, pimpinan federasi sepak bola dari negara peserta, serta perwakilan diplomatik selama rangkaian turnamen.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya KBP Budi Hermanto mengatakan seluruh personel telah menerima arahan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Ia meminta penonton mengikuti petunjuk petugas dan menjaga ketertiban selama pertandingan.

“Pengamanan disiapkan agar seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, tertib dan lancar. Kami mengajak penonton menjaga ketertiban, mengikuti arahan petugas, dan menjunjung sportivitas selama pertandingan,” kata Hermanto.

Source link