Penyatuan BMKG dan Badan Geologi: Optimalisasi Penanganan Bencana

by

Ketua Komisi V DPR Dukung Wacana Penyatuan BMKG dan Badan Geologi

Menyikapi wacana penyatuan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan Badan Geologi yang diutarakan oleh Presiden Prabowo Subianto, Ketua Komisi V DPR, Lasarus, memberikan dukungannya. Menurutnya, integrasi kedua lembaga tersebut akan mempermudah koordinasi dan meningkatkan kinerja dalam penanganan bencana.

Efektifitas Kinerja Lembaga dalam Penanganan Bencana

Lasarus berpendapat bahwa penggabungan BMKG dan Badan Geologi di bawah satu otoritas dapat mengoptimalkan pelayanan dan koordinasi dalam menghadapi bencana. Dengan adanya integrasi ini, observasi aktivitas gunung berapi dari Badan Geologi dapat dipadukan dengan instrumen BMKG, sehingga komunikasi dan respons terhadap bencana dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Geologi mengamati aktivitas gunung berapi. Dampak dari letusan itu BMKG juga punya instrumen. Peralatan dan sumber daya manusia yang terkait dengan geologi juga ada di BMKG. Saya setuju kalau itu digabungkan. Lebih efektif dan efisien dari sisi komunikasi,” ujar Lasarus.

Jika wacana ini kemudian diwujudkan oleh pemerintah, Lasarus menekankan pentingnya menyelesaikan segala persoalan terkait personel dan administratif antara kedua lembaga tersebut sebelum penggabungan dilakukan.

Perhatian Lebih dalam Rapat Terbatas Penanganan Bencana

Pada rapat terbatas mengenai penanganan bencana bersama kementerian/lembaga, Presiden Prabowo menyampaikan rencana integrasi antara BMKG dan Badan Geologi. Dalam konteks Indonesia sebagai negara yang rentan terhadap bencana alam, terutama sebagai bagian dari Cincin Api Pasifik, Presiden menekankan perlunya langkah-langkah konkret dalam meningkatkan koordinasi dan kinerja dalam penanggulangan bencana.

Meskipun masih merupakan wacana, rencana penyatuan BMKG dan Badan Geologi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia.

Source link