Pengamat: Kesalahan Informasi Zulhas ke Prabowo Berdampak pada Kredibilitas Pemerintah
JAKARTA — Kesalahan informasi yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, hingga membuat Presiden Prabowo Subianto keliru menyebut nama desa saat kunjungan panen raya di Kebumen, Jawa Tengah, dinilai tidak dapat dianggap sepenuhnya sepele. Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menilai insiden tersebut memang bersifat teknis, namun tetap mencerminkan tingkat ketelitian dan profesionalitas pejabat publik di level strategis pemerintahan.
Menurut pengamat politik dari Universitas Nasional itu, akurasi dalam komunikasi publik memiliki dampak langsung terhadap tingkat kepercayaan masyarakat dan kredibilitas pemerintah secara keseluruhan. Saiful menambahkan bahwa evaluasi hingga pergantian menteri merupakan hal yang wajar apabila indikator kinerja tidak sesuai dengan target pemerintah.
Akurasi Komunikasi dan Kinerja Menteri
Dalam jabatan strategis seperti Menko Pangan, akurasi komunikasi menjadi penting karena berkaitan dengan kepercayaan publik dan kredibilitas pemerintah secara keseluruhan. Meski demikian, Saiful berpendapat bahwa wacana reshuffle kabinet tidak seharusnya didasarkan hanya pada satu insiden komunikasi. Evaluasi terhadap seorang menteri harus lebih menitikberatkan pada capaian kinerja sektoral.
“Yang lebih substansial adalah kinerja sektoral yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang sedang melambat, serta sektor perdagangan yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan, maka peran Menteri Perdagangan yang juga dijabat oleh Zulhas menjadi krusial,” jelasnya.
Pertimbangan Reshuffle Kabinet
Menurut Saiful, keputusan reshuffle kabinet di Indonesia tidak semata ditentukan faktor kinerja. Pertimbangan politik dan keseimbangan koalisi pemerintahan juga kerap menjadi faktor penentu. Status Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN tentu memberikan posisi tawar yang kuat dalam koalisi pemerintahan, dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo juga menjadi faktor yang memperkecil kemungkinan reshuffle terhadap dirinya secara langsung.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menghadiri panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, dan sempat salah menyebut nama desa lokasi acara. Warga yang hadir kemudian mengoreksi bahwa lokasi acara berlangsung di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan. Menanggapi koreksi tersebut, Prabowo sempat melontarkan candaan dengan menyebut nama Zulhas.





