DPR Tak Efektif, Mari Evaluasi Majelis Etik

by

Boyamin Saiman: Evaluasi Besar terhadap Ombudsman RI

Momen kasus yang melibatkan Ketua Ombudsman RI nonaktif, Hery Susanto, dinilai sebagai kesempatan penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi dan komposisi pimpinan Ombudsman RI ke depan. Menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi pihak terkait.

Peringatan dan Kritik dari Boyamin

Dalam sebuah wawancara dengan JurnalPatroliNews, Boyamin mengungkapkan bahwa sebelumnya telah memberikan peringatan, kritik, serta catatan mengenai rekam jejak Hery Susanto kepada Panitia Seleksi Ombudsman dan melalui media nasional. Namun, hingga saat ini, Boyamin mengakui tidak pernah diundang atau dimintai keterangan oleh Majelis Etik Ombudsman RI terkait kasus tersebut.

“Aku tidak pernah diundang oleh Majelis Etik Ombudsman,” ujar Boyamin.

Boyamin berharap agar Majelis Etik Ombudsman dapat bekerja secara objektif dan menyeluruh dalam menangani permasalahan ini guna menjadi evaluasi yang konstruktif terhadap sistem seleksi pimpinan Ombudsman RI. Meskipun masyarakat berharap agar Boyamin diundang untuk memberikan keterangan, ia menanggapinya dengan singkat, “Kita tunggu saja.”

Kritik terhadap Pengembalian Proses ke DPR RI

Boyamin juga mengkritik langkah Panitia Seleksi yang mengusulkan pengembalian proses penentuan pengganti pimpinan Ombudsman kepada DPR RI. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menciptakan permasalahan baru karena proses tersebut dapat menjadi lebih politis dan mengurangi independensi Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik.

Ia menekankan pentingnya Presiden menggunakan diskresi untuk memilih dari calon cadangan yang telah ditetapkan dalam proses seleksi resmi sebagai solusi yang lebih tepat. Boyamin juga menyoroti perlunya keberagaman unsur dalam komposisi Ombudsman RI guna memastikan koordinasi dan pengawasan terhadap birokrasi berjalan efektif.

“Kita harus memikirkan komposisi yang lebih seimbang agar sinergi dan koordinasi berjalan lebih baik,” tegas Boyamin.

Integritas tetap menjadi syarat utama bagi calon pimpinan Ombudsman, tanpa kompromi. Menurut Boyamin, integritas harus dijaga agar pimpinan Ombudsman dapat bekerja secara profesional dan melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh.

Source link