Susilo Bambang Yudhoyono: Kondisi Ekonomi Kurang Menggembirakan
Menurut Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kondisi pasar modal dan pasar uang nasional saat ini memprihatinkan. Meskipun demikian, SBY yakin bahwa tekanan ekonomi yang ada masih bisa diatasi jika langkah tepat segera diambil. Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui unggahan di salah satu platform pada Selasa (12/5/2026) ketika ia sedang berada di Magelang.
Situasi Ekonomi Global Mempengaruhi Stabilitas Domestik
SBY menyoroti bahwa kondisi saat ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, terutama karena adanya tekanan dari dinamika ekonomi global terhadap stabilitas dalam negeri. Meskipun begitu, menurutnya, Indonesia masih memiliki ruang politik dan ekonomi yang cukup untuk mencegah situasi yang lebih buruk.
“Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki political and economic resources. Opsi dan solusi masih tersedia,” ujar SBY.
Kolaborasi lintas sektor untuk Stabilitas Ekonomi
SBY juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, ekonom, dan seluruh pemangku kepentingan harus bekerja sama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi.
“Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom, dan seluruh pemangku kepentingan must be on board. In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama,” tegas SBY.
SBY juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan agenda pemulihan ekonomi nasional. Dukungan publik dinilai sebagai faktor krusial agar pemerintah dapat menghadapi tantangan ekonomi dengan optimal.
“Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa,” pungkasnya.





