Pemerintah memastikan pemangkasan anggaran sebesar Rp12 triliun tidak akan menghambat pelaksanaan proyek infrastruktur prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proyek-proyek di sektor strategis seperti pangan, air, energi, dan konektivitas tetap akan terus berjalan sesuai rencana, bahkan dengan percepatan pelaksanaan. Menurutnya, efisiensi anggaran dilakukan pada program yang masih dalam tahap perencanaan, sehingga proyek utama yang telah matang tidak akan terdampak oleh kebijakan tersebut.
Dody juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur strategis seperti bendungan untuk irigasi dan pengendalian banjir tetap menjadi fokus utama pemerintah, dan proyek-proyek ini tidak akan terganggu oleh faktor anggaran maupun non-teknis lainnya. Untuk memastikan keberlanjutan pembangunan, pemerintah telah menyiapkan skema pendanaan alternatif seperti perpanjangan proyek menjadi kontrak multi-years agar pelaksanaan proyek dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.
Selain itu, pemerintah juga membuka kemungkinan kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN) untuk memperkuat pembiayaan proyek infrastruktur. Dody mengatakan bahwa berbagai opsi tersebut menjadi solusi agar keterbatasan anggaran tidak menghambat pembangunan yang dibutuhkan masyarakat. Pemerintah siap untuk mencari berbagai cara untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang penting bagi kemajuan negara, meskipun terdapat keterbatasan anggaran.





