Aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, telah memicu kecaman dari berbagai pihak. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Maman Imanulhaq, dengan tegas mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Maman menilai bahwa serangan terhadap Andrie Yunus merupakan tindakan kekerasan brutal yang tidak hanya menyebabkan luka fisik pada korban, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap kebebasan sipil, ruang demokrasi, dan para pembela hak asasi manusia (HAM) di Indonesia. Andrie Yunus dikenal sebagai seorang aktivis yang selalu memperjuangkan hak asasi manusia dan keadilan bagi para korban kekerasan, sehingga serangan terhadapnya harus dianggap sebagai ancaman terhadap gerakan pembelaan HAM di Indonesia.
Maman meminta agar aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini secara transparan dan profesional, serta memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain sebagai seorang legislator, Maman juga merupakan anggota Dewan Pembina KontraS dan ia menyatakan solidaritas penuh kepada Andrie Yunus dan seluruh aktivis yang terus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Menurut Maman, negara bertanggung jawab untuk melindungi para pembela HAM agar dapat menjalankan tugas mereka tanpa adanya intimidasi atau ancaman kekerasan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk bersatu melawan kekerasan, intimidasi, dan teror terhadap para pembela HAM demi menjaga ruang demokrasi di Indonesia. Maman berpendapat bahwa Indonesia harus menjadi ruang yang aman bagi para pejuang kemanusiaan dan pembela hak asasi manusia.





