Pada Senin, 2 Maret 2026, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan melakukan serangan balasan terhadap Kapal USS Abraham Lincoln sebagai bagian dari Operasi True Promise 4, menurut kantor humas IRGC pada Minggu, 1 Maret 2026. Kapal Induk AS tersebut menjadi target empat rudal balistik Iran, yang menandai serangan dahsyat oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran. Operasi ini merupakan respons terhadap agresi yang sedang berlangsung oleh Amerika Serikat dan rezim Israel.
Sebelumnya, IRGC telah memulai gelombang ketujuh dan kedelapan Operasi True Promise 4 sebagai tanggapan terhadap agresi AS dan Israel. Serangan tersebut melibatkan empat gelombang serangan presisi utama terhadap situs-situs militer di wilayah pendudukan, termasuk Tel Aviv dan Haifa. Serangan ini juga menyebabkan pemukim Israel untuk berlindung di bunker yang diperkuat.
Dalam aksinya, IRGC juga menargetkan pangkalan-pangkalan yang dioperasikan AS di Asia Barat, termasuk Armada Kelima di Bahrain, serta instalasi penting di Qatar dan UEA. Pemerintah Iran menuding AS dan Israel melakukan aksi terorisme dan pembunuhan terencana terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Mereka menegaskan bahwa serangan gabungan kedua negara tersebut melanggar prinsip dan norma hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, dilaporkan pada Sabtu dini hari waktu setempat, menyasar sejumlah wilayah strategis termasuk ibu kota Teheran. Rudal-rudal ini menghantam kawasan dekat kediaman Khamenei dan istana kepresidenan. Iran menganggap penggunaan kekuatan militer terhadap pimpinan negara berdaulat tidak dapat dibenarkan dalam sistem hukum internasional.





