Fenomena Tembok Ratapan Solo: Potensi Dampak ke PSI

by

Fenomena perubahan nama rumah Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo menjadi “Tembok Ratapan Solo” di Google Maps menuai perhatian publik. Efriza, seorang pengamat dari Citra Institute, menilai bahwa penyebutan tersebut di media sosial merupakan bentuk kritik satire publik terhadap Jokowi. Setelah pensiun, rumah Jokowi di Solo sering dikunjungi oleh masyarakat, yang memicu ekspresi satire di ruang digital.

Menurut Efriza, ekspresi satire tersebut mungkin akan berdampak pada PSI, terutama karena Jokowi berencana untuk mendukung partai tersebut menuju Pemilu 2029. Narasi negatif terhadap Jokowi dapat mempengaruhi citra PSI, terutama karena Ketua Umum PSI saat ini adalah putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.

Kedekatan PSI dengan Jokowi dan keluarganya juga berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap mantan presiden tersebut. Jika ekspresi negatif terhadap Jokowi terus berkembang, popularitas PSI juga dapat terpengaruh. Efriza menekankan bahwa hubungan erat antara PSI dan Jokowi dapat membawa dampak dari ekspresi publik terhadap Jokowi kepada PSI, sehingga perlu dilakukan strategi yang tepat untuk menjaga elektabilitas partai tersebut.

Source link