Harga Bitcoin Turun 50% dari Posisi Tertinggi, Apa yang Dikatakan Pengamat

by

Kejatuhan tajam harga bitcoin hampir 50% dari harga tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025 telah memicu perdebatan tentang stabilitas mata uang kripto ini. Veteran hedge fund, Gary Bode, menekankan bahwa volatilitas aset kripto seperti BTC seringkali disertai dengan aksi jual yang cukup signifikan. Meskipun penurunan harga tersebut tidak menyenangkan, Bode meyakinkan bahwa hal tersebut bukanlah indikasi dari krisis yang lebih luas.

Menurut laporan di Yahoo Finance, Bode mencatat bahwa penurunan harga bitcoin bukanlah sesuatu yang luar biasa. Penurunan nilai sebesar 80%-90% dalam sejarah bitcoin sudah merupakan hal yang umum terjadi. Bagi mereka yang mampu bertahan menghadapi volatilitas tersebut, imbalan jangka panjang yang luar biasa bisa didapatkan.

Bode juga mengungkapkan bahwa sebagian besar gejolak pasar saat ini dapat dikaitkan dengan reaksi terhadap nominasi Kevin Warsh sebagai calon pengganti Jerome Powell sebagai ketua the Federal Reserve. Investor menginterpretasikan langkah tersebut sebagai tanda bahwa the Fed mungkin akan mengambil kebijakan hawkish, yang bisa berdampak pada naiknya suku bunga dan membuat aset tanpa imbal hasil seperti bitcoin menjadi kurang menarik. Namun, Bode menolak interpretasi pasar tersebut dan menekankan bahwa the Fed memiliki keterbatasan dalam memengaruhi imbal hasil treasury jangka panjang.

Bode juga menyebut bahwa persepsi pasar bukanlah faktor fundamental yang mendorong penjualan besar-besaran baru-baru ini. Dengan banyak faktor eksternal yang turut mempengaruhi, seperti defisit anggaran AS yang terus meningkat, Bode menilai bahwa pasar sedang salah dalam menafsirkan situasi tersebut.

Source link