Pemerintah bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) tengah mengakselerasi pengembangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Batam sebagai bagian dari strategi transisi ke energi bersih dan untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor. Program ini menjadi pilot project yang nantinya akan diperluas ke berbagai kota di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan arahan kepada PGN untuk fokus pada sektor midstream dan downstream gas guna memperluas layanan gas bumi melalui jargas.
Dengan implementasi ini, PGN berkomitmen mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan energi lebih bersih, aman, dan terjangkau bagi masyarakat. Setelah evaluasi di Batam, PGN akan melanjutkan pengembangan jargas ke kota-kota lain dengan mempertimbangkan kesiapan suplai, infrastruktur, dan kebutuhan pasar. Di akhir Desember 2025, jumlah pelanggan jargas rumah tangga di Batam mencapai 8.829 pelanggan, dan pada tahun 2026 ditargetkan tambahan 10.000 sambungan rumah yang mencakup perluasan jaringan di beberapa kecamatan.
Pengembangan jargas di Batam juga merupakan bagian dari rencana belanja modal PGN sebesar US$353 juta untuk tahun 2026, di mana sebagian besar dialokasikan untuk penguatan sektor midstream, downstream, dan lainnya. Harapannya, pengembangan jaringan gas ini tidak hanya meningkatkan akses energi bersih namun juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta mendukung percepatan transisi energi nasional.





