Peristiwa viral yang menimpa seorang penjual es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, kini menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Kasus tersebut mencuat setelah pedagang bernama Suderajat dituduh menjual es berbahan spons dan diduga mengalami tindakan tidak pantas dari oknum aparat di lapangan. Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan pihaknya sedang menelaah persoalan tersebut. Meski demikian, ia menilai belum ada kebutuhan mendesak untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kasus ini. Habiburokhman menyampaikan bahwa Kasus ini sedang mereka cermati dan ada kemungkinan diselesaikan melalui komunikasi langsung. Komisi III akan mempelajari kronologi kejadian secara menyeluruh sebelum menentukan langkah lanjutan. Mereka berencana berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan ini dengan adil dan bijaksana. Sebuah video beredar luas di media sosial yang memperlihatkan dugaan perlakuan kasar terhadap Suderajat. Suderajat membantah tuduhan bahwa es yang dijualnya terbuat dari bahan spons dan memastikan bahwa seluruh es berasal dari pabrik resmi di Depok. Insiden ini membuatnya mengalami trauma dan berhenti berjualan sementara. Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memastikan bahwa sampel es yang dijual Suderajat aman dan layak dikonsumsi. Para anggota TNI dan Polri yang terlibat telah meminta maaf kepada pedagang tersebut. Babinsa Kelurahan Utan Panjang juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Suderajat. Dandim 0501/Jakarta Pusat menjelaskan bahwa insiden tersebut berawal dari kesalahpahaman di lapangan dan telah diselesaikan secara kekeluargaan. Serda Heri mendatangi kediaman Suderajat di Bojonggede, Kabupaten Bogor, untuk meminta maaf secara langsung.
DPR Pantau Kasus Pedagang Es Gabus di Kemayoran: Berita Terbaru





