Menjelang pergantian tahun, tradisi perayaan meriah seperti kumpul bersama, bakar-bakar, menyalakan kembang api, dan hitung mundur menjadi sesuatu yang dinantikan. Namun, di balik kemeriahan tersebut, terdapat beberapa mitos yang masih dipercaya oleh sebagian orang hingga saat ini. Mitos-mitos ini tetap bertahan sebagai bagian dari harapan akan keberuntungan dan kehidupan yang lebih baik di tahun yang akan datang.
Beberapa mitos yang dipercaya oleh masyarakat adalah larangan untuk membersihkan rumah pada malam pergantian tahun, karena konon dapat “membuang” rezeki dan keberuntungan. Selain itu, dompet kosong dipercaya sebagai pertanda kesulitan finansial, sehingga disarankan untuk menyimpan sedikit uang sebagai simbol kesiapan menyambut rezeki baru di tahun tersebut.
Juga, beberapa kepercayaan melarang memasak ayam karena dianggap melambangkan kesulitan ekonomi, serta menghindari menangis karena diyakini membawa kesedihan yang berkelanjutan sepanjang tahun baru. Mitos lain termasuk larangan membuang barang berharga dari rumah, merusak atau memecahkan barang, serta menjauhi tanda-tanda negatif.
Selain itu, tradisi Tiongkok melarang mencuci atau memotong rambut saat tahun baru sebagai upaya untuk mempertahankan keberuntungan. Tidur siang di hari pertama tahun baru juga dihindari karena dipercaya bisa membawa kebiasaan malas sepanjang tahun baru.
Meskipun nampak tidak biasa di era modern, mengikuti tradisi ini dapat memberikan rasa tenang dan optimis bagi sebagian orang di tengah pergantian tahun. Namun, pada akhirnya, keberuntungan dan nasib masih tergantung pada usaha, doa, dan sikap kita sendiri dalam menyambut tahun baru yang akan datang.





