Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bersama Gerakan Koperasi Peduli Bencana melakukan aksi penggalangan bantuan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah Sumatera. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya peran koperasi sebagai lembaga ekonomi dan sosial dalam situasi krisis. Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah mempercepat pemulihan di area yang terdampak bencana. Bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat pasca bencana.
Dalam sebuah acara penyerahan bantuan di Kantor Kementerian Koperasi, hadir pula Wakil Menteri Koperasi, Sekretaris Kementerian Koperasi, jajaran pejabat eselon, Direktur Utama LPDB, dan perwakilan Gerakan Koperasi. Ferry juga menekankan bahwa Gerakan Koperasi Peduli Bencana akan terus berlanjut untuk memberikan bantuan selama diperlukan. Selain bantuan logistik, Kemenkop juga melakukan langkah konkret untuk mendukung usaha koperasi di area yang terdampak.
Salah satu tindakan yang dilakukan adalah mengajukan dukungan transportasi udara kepada TNI Angkatan Udara untuk mengangkut kopi produksi koperasi di Bener Meriah, Aceh. Sebanyak 200 ton kopi tidak dapat dipasarkan karena akses jalan darat terputus. Dengan begitu, penjualan kopi tersebut akan membantu menjaga ekonomi masyarakat tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Di samping itu, Kemenkop berencana mendirikan posko terpadu di beberapa wilayah terdampak untuk koordinasi penyaluran bantuan dan mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Pemerintah juga memberikan kebijakan relaksasi bagi koperasi desa dan kelurahan sebagai bentuk perhatian terhadap upaya pemulihan setelah bencana. Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan mendesak seperti air bersih, perlengkapan mandi, mainan anak, kebutuhan khusus perempuan, dan lain sebagainya. Semua bantuan tersebut akan didistribusikan melalui posko-posko yang telah ditentukan.





