Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meresmikan pembukaan Sekolah Pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo dengan menghadirkan ekonom senior Prof. J. Soedradjat Djiwandono dan pengamat politik Fachry Ali. Dalam acara tersebut, Muhaimin menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi budaya literasi masyarakat saat ini yang cenderung minim membaca buku utuh dan lebih suka mengonsumsi ringkasan pemikiran tokoh. Menurutnya, konsumsi informasi instan dari media sosial telah menggerus kedalaman berpikir dan banyak orang mengalami “brain rot” karena terlalu banyak waktu dihabiskan untuk scroll media sosial. Muhaimin juga menegaskan pentingnya forum intelektual seperti ini untuk membangun kembali tradisi berpikir kritis.
Muhaimin mengkritik stagnasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih bertahan di angka 5 persen sejak era reformasi dan memandang bahwa pendekatan baru diperlukan untuk menembus stagnasi tersebut. Ia juga mencermati fenomena banyaknya pengusaha baru yang gagal bertahan dan pengusaha lama yang beralih menjadi pemburu rente. Sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto banyak mempertimbangkan ide-ide ekonomi terdahulu yang relevan, termasuk pemikiran Prof. Soemitro. Prabowo menekankan pentingnya menemukan solusi baru melalui pendekatan ekonomi konstitusi dan mendorong langkah-langkah baru untuk memajukan perekonomian Indonesia.





