Fraksi Partai Nasdem DPR mengekspresikan keprihatinan mereka terkait temuan 250 ton beras impor yang masuk ke Sabang, Aceh. Hal ini dianggap tidak konsisten dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan bahwa Indonesia telah mencapai kemandirian pangan dan memiliki surplus beras secara nasional. Ketua Fraksi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat mengingatkan bahwa Presiden Prabowo bahkan menyatakan dalam Sidang Majelis Umum PBB pada September 2025 bahwa cadangan beras Indonesia mencapai sekitar 4 juta ton.
Menurut Viktor, di saat Indonesia sedang mengalami panen yang melimpah dan persediaan beras berlebihan, impor beras dari negara lain dianggap disayangkan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton sementara konsumsi nasional hanya mencapai 27,3 juta ton, menunjukkan bahwa terdapat surplus sekitar 3,7 juta ton.
Viktor menekankan pentingnya menjaga kedaulatan pangan dengan menggunakan stok dalam negeri dan menghindari ketergantungan pada impor. Dia juga mengimbau Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BKPS) untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan keputusan yang diambil sejalan dengan arah pembangunan nasional. Dia berharap adanya koordinasi yang lebih terstruktur antara BKPS dan pemerintah dalam mengambil keputusan yang sejalan dengan visi negara.





