Pemerintah Indonesia optimis dapat segera menyusul Malaysia dalam memperoleh fasilitas tarif impor 0 persen dari Amerika Serikat (AS) untuk komoditas unggulan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, setelah rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Airlangga menyatakan bahwa negosiasi dagang dengan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, sedang dipercepat. Targetnya, setelah APEC pada November, pembicaraan negosiasi akan kembali dimulai. Beberapa negara ASEAN seperti Malaysia dan Kamboja telah menyepakati kerja sama tarif impor 0 persen dengan AS, sementara Indonesia masih dalam tahap finalisasi teknis. Pemerintah Indonesia membidik perlakuan setara dengan Malaysia dalam skema penetapan tarif, yakni 0 persen. Komoditas ekspor prioritas seperti minyak sawit, kakao, dan karet akan menjadi inti kesepakatan tersebut. Kesepakatan tarif 0 persen antara AS dan negara-negara ASEAN telah muncul setelah kebijakan dagang baru yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump.
Menko Airlangga Optimistis Tarif Nol Persen AS Segera Untuk Indonesia




