Penasihat Inpoint Center, Dr. Tasrif M. Saleh, SH., MH, menilai bahwa satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan relatif stabil setelah proses transisi kekuasaan yang mulus dari pemerintahan Presiden Joko Widodo. Meskipun demikian, Tasrif menyoroti beberapa tantangan serius yang perlu segera dievaluasi, terutama terkait dengan kabinet yang gemuk dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Tasrif, transisi antara kedua rezim berjalan dengan baik karena adanya keterikatan politik antara Jokowi dan Prabowo. Hubungan personal antara keduanya, serta komitmen Prabowo untuk melanjutkan program-program dari pemerintahan sebelumnya, seperti program Asta Cita, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas. Namun, keberlanjutannya tergantung pada kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan efektivitas reformasi birokrasi.
Tasrif juga mencatat bahwa Kabinet Merah Putih yang dibentuk oleh pemerintahan Prabowo tergolong sebagai kabinet paling gemuk dalam sejarah Indonesia. Ia menilai struktur kabinet yang terlalu besar ini dapat membawa stabilitas politik namun juga berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran dan inefisiensi. Selain itu, ia juga mengingatkan tentang potensi praktik rente dan korupsi dalam kabinet besar.
Selain kabinet, Tasrif juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran. Meskipun dianggap mulia, program ini masih menghadapi tiga persoalan utama: pendanaan, kualitas dan keamanan pangan, serta potensi korupsi. Permasalahan ini perlu segera ditangani untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program tersebut.





