Dalam sebuah pernyataan, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyoroti tindakan keras yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Laode disebut telah memaksa operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta untuk membeli bahan bakar dasar (base fuel) impor dari PT Pertamina Patra Niaga. Menurut Uchok, aksi tersebut menunjukkan kecenderungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tidak lagi netral dalam urusan industri minyak dan gas, melainkan terlihat berpihak kepada Pertamina.
Uchok menilai bahwa tindakan tersebut mencerminkan Kementerian ESDM seolah bertindak sebagai calo bagi Direksi Pertamina. Dia juga menyatakan bahwa penekanan Laode Sulaeman terhadap SPBU swasta untuk membeli BBM merupakan kebijakan yang putus asa dalam mencoba menutupi rasa malu Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Uchok menyarankan bahwa jika Pertamina ingin meningkatkan penjualan BBM impor, sebaiknya fokus pada perbaikan kualitas produk, bukan dengan memaksa pihak lain.
Di akhir pernyataannya, Uchok menegaskan bahwa tindakan Laode Sulaeman dianggap tidak bijak dan berpotensi merusak citra pemerintah di mata pelaku usaha. Dia mengajak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri untuk melakukan introspeksi. Uchok berpendapat bahwa kebijakan yang bersifat memaksa hanya akan merugikan Indonesia dalam menarik investasi asing dan memperburuk iklim bisnis di Tanah Air.





