Penyebab dan Gejala Demensia pada Usia Muda

by

Demensia, atau yang sering disebut pikun, ternyata tidak hanya dialami oleh orang lanjut usia, tetapi juga bisa menyerang usia muda, bahkan pada anak-anak dalam beberapa kasus. Kondisi ini, yang dikenal sebagai Young Onset Dementia (YOD) atau Early Onset Dementia (EOD), bisa terjadi sejak usia 20-an. Demensia secara umum adalah penurunan fungsi otak yang dapat memengaruhi kemampuan berbahasa, daya ingat, cara berpikir, dan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penyakit yang menyerang sel-sel otak, yang kemudian berkembang secara progresif seiring waktu. Beberapa faktor risiko terkenanya demensia di usia muda antara lain adalah genetik, penyakit diabetes, penyakit kardiovaskular, dan faktor-faktor lainnya.

Gejala demensia pada usia muda tidak selalu terlihat seperti lupa-lupa ringan, tetapi dapat meliputi penurunan memori jangka pendek, kesulitan menemukan kata, kesulitan dalam tugas sehari-hari, kebingungan, perubahan kepribadian, gangguan bahasa, gangguan visual, gangguan tidur, dan masalah gerakan. Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkan demensia, pencegahan dan deteksi dini bisa dilakukan dengan berolahraga rutin, menerapkan pola makan sehat, mencukupi asupan vitamin D, menghindari kebiasaan buruk, menjaga otak tetap aktif, menerapkan pola hidup sehat, dan tidur cukup. Langkah-langkah ini bisa membantu mengurangi risiko terkena demensia pada usia muda.

Source link