Pertemuan Surya Paloh dan Jokowi, NasDem: Bersedia Hadiri Undangan Makan Malam

by -34 Views

Senin, 19 Februari 2024 – 09:05 WIB

Jakarta – Ketua umum Partai Nasdem Surya Paloh telah bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pertemuan Paloh di Istana Merdeka itu lantaran penuhi undangan makan malam Jokowi.

Diketahui pertemuan tersebut dilakukan Surya Paloh dengan Jokowi pada Minggu 18 Februari 2024 malam. Pertemuan Paloh dan Jokowi berlangsung secara tertutup.

Sekertaris Jenderal Partai Nasdem Hermawi Taslim mengatakan bahwa Surya Paloh bertemu Jokowi itu karena mendapatkan undangan makan malam.

Sebelumnya, Dinamika pasca pencoblosan Pemilu Presiden (Pilpres) diwarnai dengan kabar pertemuan antara Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi. Pertemuan dua tokoh itu isunya terjadi di Istana Negara, Jakarta, Minggu malam, 18 Februari 2024.

Terkait itu, Bendahara Umum DPP Partai Nasdem Ahmad Sahroni membenarkan beredarnya informasi Surya Paloh akan temui Jokowi.

“Bener sekali,” ujar Sahroni kepada wartawan, Minggu 18 Februari 2024.

Sahroni tetapi tak mengetahui apa tujuan Paloh temui Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat. Namun, ia menyebut Surya Paloh akan temui Jokowi seorang diri. “Sendirian aja beliau,” lanjut Wakil Ketua Komisi III DPR tersebut.

Di Pilpres 2024, Surya Paloh yang memimpin Nasdem mengusung pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). Selain Nasdem, ada PKB dan PKS yang tergabung dalam Koalisi Perubahan mengusung AMIN.

Bahkan, dalam dinamikanya Nasdem jadi partai pertama yang deklarasikan Anies sebagai bakal capres sejak Oktober 2022. Pasca deklarasi itu, hubungan politik Paloh dengan Jokowi dikabarkan renggang.

Sebab, status Nasdem ketika deklarasi Anies merupakan bagian parpol pendukung pemerintahan Jokowi. Adapun figur Anies direpresentasikan sebagai tokoh luar pemerintah.

Pasangan AMIN yang diusung Nasdem saat ini sementara masih tertinggal dalam perolehan suara dari duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Baik hitung cepat atau quick count dan penghitungan resmi real count KPU, AMIN jauh tertinggal dari Prabowo-Gibran.