Mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar menguat pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sama-sama berada di zona hijau menjelang akhir pekan, sementara XRP mencatat kenaikan paling tinggi di antara kripto lainnya.
Berdasarkan data CoinMarket, harga Bitcoin naik 0,45 persen dalam 24 jam terakhir saat dipantau pada pukul 08.48 WIB. Dalam sepekan, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu telah menguat 10,25 persen. Bitcoin diperdagangkan di level US$84.519 atau sekitar Rp1,51 miliar, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran Rp17.920.
Bitcoin Masih Bergerak dalam Rentang Terbatas
Financial Expert Ajaib Sekuritas, Panji Yudha, mengatakan pergerakan BTC saat ini berada dalam rentang US$82.900 hingga US$84.900. Rentang tersebut terbentuk setelah Bitcoin mengalami penurunan tajam dari level US$87.000 akibat gelombang likuidasi besar-besaran pada posisi long.
Menurut Panji, tekanan jangka pendek belum sepenuhnya hilang. Bitcoin menghadapi kenaikan imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve berikutnya. Kedua faktor tersebut dapat membatasi ruang penguatan aset berisiko, termasuk kripto.
Meski demikian, kinerja mingguan Bitcoin masih solid dengan kenaikan sekitar 11-13 persen. Kapitalisasi pasar BTC tercatat US$1,70 triliun, sedangkan volume perdagangan hariannya berada di kisaran US$38 miliar.
Panji juga mencatat permintaan institusional terhadap Bitcoin tetap kuat. Arus dana masuk ke produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin disebut telah melampaui US$2 miliar hanya dalam tiga hari, yakni pada 21-23 September 2026.
Sentimen dari Pertemuan Trump dan Xi
Sentimen positif bagi aset berisiko turut muncul setelah pertemuan puncak Donald Trump dan Xi Jinping di Gedung Putih menyelesaikan pembicaraan bilateral utama dan berlanjut ke jamuan makan malam kenegaraan.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan pengurangan tarif senilai US$30 miliar serta perpanjangan resmi gencatan dagang. Perkembangan itu meredakan kekhawatiran langsung mengenai kemungkinan berlanjutnya perang dagang agresif antara Amerika Serikat dan China.
Namun, Panji menilai dampak pertemuan tersebut terhadap Bitcoin tetap terbatas. Ia menyebut agenda itu lebih banyak diwarnai seremonial diplomatik dan belum menghasilkan kesepakatan konkret mengenai kecerdasan buatan maupun pembatasan transfer teknologi.
“Namun karena pertemuan ini lebih banyak diwarnai seremonial diplomatik tanpa kesepakatan konkret soal AI atau pembatasan transfer teknologi, pergerakan harga BTC tetap didominasi faktor makro domestik AS terutama sikap hawkish The Fed dan yield Treasury yang masih tinggi,” ujar Panji dalam catatannya.
Sementara itu, harga Ethereum meningkat 0,41 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam tujuh hari terakhir, ETH telah melesat 9,4 persen dan berada di level US$2.688 atau sekitar Rp48,17 juta.





