Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) meluncurkan Pontes, layanan yang memungkinkan transaksi wholesale antarlembaga keuangan berbasis blockchain diselesaikan menggunakan dana bank sentral. Pada tahap awal, platform ini akan menghubungkan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT) milik pelaku pasar dengan layanan TARGET yang dioperasikan Eurosystem.
Melalui koneksi tersebut, transaksi yang melibatkan aset ter-tokenisasi dapat diselesaikan menggunakan euro. Kehadiran Pontes memberi institusi keuangan akses terhadap uang bank sentral untuk memenuhi komponen kas dalam transaksi berbasis blockchain, bukan menggunakan stablecoin yang diterbitkan pihak swasta atau bentuk uang komersial lainnya.
Deutsche Bank dan Santander menjadi pengguna awal
Deutsche Bank, Santander, serta grup kliring sekuritas Clearstream termasuk di antara institusi pertama yang menyelesaikan proses pendaftaran dan memperoleh akses ke Pontes. Platform ini untuk sementara beroperasi pada hari kerja, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 CET.
ECB berencana memperpanjang jam operasional sekaligus menambah fungsi Pontes seiring waktu. Peluncuran layanan ini menjadi tahap penting dari proyek yang dikembangkan bank sentral tersebut ketika lembaga keuangan semakin aktif bereksperimen dengan penerbitan, perdagangan, dan penyelesaian sekuritas melalui teknologi buku besar terdistribusi.
Dalam skema yang mengandalkan teknologi blockchain, penyelesaian transaksi tidak hanya berkaitan dengan perpindahan aset digital, tetapi juga kepastian atas pembayaran tunai. Pontes dirancang untuk menyediakan infrastruktur yang menghubungkan kedua komponen itu melalui sistem bank sentral.
ECB tempatkan dana internal pada sekuritas digital
Selain meluncurkan Pontes, ECB juga menginvestasikan sebagian portofolio dana internal senilai 23 miliar euro atau sekitar Rp471,93 triliun dalam sekuritas digital. Nilai rupiah tersebut menggunakan asumsi kurs euro terhadap rupiah di kisaran Rp20.520.
Menurut laporan crypto.news pada Senin (21/9/2026), langkah tersebut mencerminkan peran yang ingin dipertahankan ECB bagi uang bank sentral dalam ekosistem aset ter-tokenisasi. Laporan itu menyebut ECB sebelumnya memandang uang bank sentral sebagai jangkar penyelesaian bagi sekuritas ter-tokenisasi, deposito, dan stablecoin.
Pandangan tersebut disampaikan anggota Dewan Eksekutif ECB Piero Cipollone pada Maret. Ia memperingatkan bahwa tanpa jangkar berupa uang bank sentral, penjual sekuritas ter-tokenisasi dapat menerima aset yang rentan terhadap volatilitas harga atau risiko kredit.
Dengan Pontes, institusi yang terlibat dalam transaksi blockchain dapat menggunakan infrastruktur DLT masing-masing, sementara penyelesaian euro dilakukan melalui hubungan dengan layanan TARGET milik Eurosystem. Pengoperasian awal yang masih terbatas pada jam kerja akan menjadi dasar bagi perluasan layanan dan kemampuan platform pada tahap berikutnya.





