Relokasi 640 Pedagang Kaki Lima Kramat Jati oleh Anggota Madas Nusantara

by

Relokasi Damai 640 Pedagang Kaki Lima Pasar Subuh Kramatjati

Sebanyak 640 pedagang kakilima Pasar Subuh Kramatjati, Jakarta Timur anggota Ormas Masyarakat Madura Asli (Madas) Nusantara direlokasi damai oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Para pedagang tersebut disiapkan di Lokbin (Lokasi Binaan) serta lokasi tanah kosong milik Pemda DKI Jakarta.

Usaha Relokasi Pedagang Kaki Lima Pasar Subuh

Pramono Anung menyatakan bahwa upaya merelokasi pedagang kakilima Pasar Subuh Kramatjati, yang telah berlangsung selama hampir 50 tahun, akhirnya dapat terealisasi dengan bantuan Ormas Madas Nusantara. Pasar Subuh kini melakukan kegiatan jual beli di tempat yang lebih layak daripada sebelumnya di trotoar badan jalan. Pedagang hanya perlu membayar Rp.6 ribu per hari, dengan gratis selama enam bulan pertama. Pemda DKI Jakarta juga menyediakan fasilitas seperti drainase, kipas angin, serta bantuan pemasaran produk ikan.

Tanggapan dari Berbagai Pihak Terkait Relokasi

Selama proses relokasi, Pramono Anung didampingi oleh berbagai pihak, termasuk Ketum Ormas Madas Nusantara, KRH.HM.Jusuf Rizal, Walikota Jakarta Timur, Camat Kramatjati, dan Forkopimda Jaktim. Dalam dialog dengan pedagang ikan, terungkap bahwa meskipun senang dengan lokasi baru di Pasar Lokbin, pedagang merasakan penurunan jumlah pembeli. Pramono memberikan arahan kepada stafnya untuk membantu promosi Pasar Subuh agar konsumen mengetahui perpindahan tersebut.

HM. Jusuf Rizal dan H. Mutarom dari Ormas Madas Nusantara juga memberikan dukungan terhadap program pemda DKI Jakarta dalam rangka menjaga keberlangsungan hidup pedagang kakilima di Jakarta. Mereka menyatakan komitmen untuk memberikan pelatihan dan perlindungan bagi para pedagang, termasuk upaya mendapatkan KUR dari Bank Jakarta untuk usaha mereka.

Demikianlah proses relokasi damai 640 pedagang kaki lima Pasar Subuh Kramatjati yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta dengan dukungan dari Ormas Madas Nusantara, untuk memberikan tempat yang lebih layak serta mendukung keberlangsungan usaha para pedagang.

Source link