Analisis Kasus Korupsi KUR BRI: CBA dan Visi Inklusi Keuangan

by

Dugaan Korupsi KUR di BRI Menggema di Seluruh Daerah, CBA Angkat Bicara

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Berulangnya pengungkapan dugaan korupsi dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sejumlah unit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapat sorotan. Uchok Sky Khadafi, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), menyoroti rangkaian perkara ini sebagai indikasi serius terhadap pengawasan penyaluran kredit.

Dugaan Korupsi KUR di Berbagai Daerah

Terbaru, Kejaksaan Negeri Samarinda telah menetapkan dan menahan delapan tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan kredit di BRI Unit Temindung dan Unit Sei Pinang Dalam untuk periode 2023–2025. Dari delapan tersangka, dua di antaranya merupakan pegawai BRI, sedangkan enam lainnya diduga menjadi pihak eksternal atau perantara dalam proses pengurusan kredit.

Modus operandi yang diungkap penyidik melibatkan rekayasa data dan identitas calon debitur, serta keterlibatan pihak ketiga dalam pengajuan kredit. Kasus Samarinda menjadi tambahan dalam daftar perkara sejenis di berbagai daerah, seperti di Majene dan Kota Bandung.

Penurunan Laba Bersih BRI

Di samping masalah penyaluran kredit, Uchok juga menyoroti kinerja keuangan BRI pada tahun 2025. Laba bersih BRI pada tahun tersebut tercatat sekitar Rp56,7 triliun, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh pencadangan yang tinggi dan pembersihan kredit mikro.

Namun, Uchok menyatakan kekhawatiran terhadap pemberian tantiem kepada jajaran manajemen, terutama dengan adanya perkara korupsi yang melibatkan pegawai BRI. Menurutnya, perbaikan pengawasan dan tata kelola harus diutamakan demi keberlangsungan integritas BRI sebagai bank inklusi keuangan.

Post Views: 16

Source link