Penurunan Kapitalisasi Pasar Stablecoin di Tengah Konsolidasi Pasar Kripto
Menjelang pertengahan tahun, pasar stablecoin mengalami penurunan signifikan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi indikasi bahwa likuiditas on-chain telah menyusut, seiring dengan konsolidasi pasar kripto yang berada di dekat titik terendah pada tahun 2026.
Penurunan Kapitalisasi Pasar
Pada bulan Juni, kapitalisasi pasar stablecoin turun sebesar US$ 7,7 miliar atau sekitar Rp 139,15 triliun. Menurut data dari RWA.xyz, total nilai stablecoin yang beredar telah mengalami penurunan sekitar US$ 10 miliar atau sekitar Rp 180,72 triliun sejak mencapai puncak pada bulan Mei.
Penurunan ini terutama dipicu oleh dua penerbit stablecoin terbesar, yaitu USDT Tether dan USDC Circle. USDT Tether mengalami penurunan kapitalisasi pasar sekitar US$ 6 miliar, sedangkan USDC Circle turun sekitar US$ 7 miliar dari puncaknya. Hal ini menjadi sorotan karena melawan pandangan bullish bank-bank Wall Street terhadap pertumbuhan stablecoin.
Proyeksi Pertumbuhan Stablecoin
Bank global seperti Citi dan Standard Chartered sebelumnya telah merilis proyeksi pertumbuhan pasar stablecoin. Citi merevisi perkiraan pertumbuhan menjadi US$ 1,9 triliun hingga US$ 4 triliun pada tahun 2030. Sementara Standard Chartered memproyeksikan pasar senilai US$ 2 triliun pada tahun 2028.
Relevansi Penurunan Kapitalisasi
Penurunan ini juga memiliki dampak besar pada pasar kripto secara keseluruhan. Stablecoin utama menjadi mata uang yang banyak digunakan dalam perdagangan kripto dan pembayaran. Perubahan pasokan stablecoin menjadi indikator penting yang memengaruhi likuiditas aset digital secara keseluruhan.





