Saham Circle Melesat Setelah Mendapatkan Izin Bank
Pada Jumat, 10 Juli 2026, Kantor Pengawas Mata Uang Amerika Serikat (OCC) memberikan izin kepada penerbit stablecoin Circle untuk beroperasi sebagai bank perwalian. Hal ini membuat saham Circle langsung melonjak signifikan.
Menurut laporan CNBC, saham Circle Internet Group ditutup naik hampir 5%, dengan sahamnya mencapai US$ 66,14 atau sekitar Rp 1.194.861 per saham. Persetujuan yang diberikan memungkinkan Circle untuk mengelola cadangan secara langsung untuk stablecoin yang diatur, terutama dalam hal USDC yang saat ini memiliki lebih dari US$ 73 miliar dalam peredaran.
Lewat Jalur Baru Sebagai Circle National Trust
Persetujuan OCC tidak hanya mengangkat nilai saham Circle, tetapi juga memberikan kemampuan perusahaan untuk beroperasi dengan nama baru, yaitu Circle National Trust. Sebelumnya, Circle bergantung pada bank dan kustodian pihak ketiga untuk menyimpan aset dan dana yang mendukung USDC.
Meskipun demikian, persetujuan tersebut tidak mencakup izin untuk beroperasi sebagai bank komersial. Hal ini menandai tren dalam industri kripto di mana perusahaan berusaha beralih dari aplikasi keuangan menjadi infrastruktur keuangan yang diatur.
Perubahan Besar dalam Industri Kripto
Persetujuan ini juga mencerminkan langkah besar dalam industri kripto secara keseluruhan. Banyak perusahaan kripto lainnya seperti Coinbase, BitGo, Fidelity Digital Assets, dan lainnya juga sedang berusaha untuk mendapatkan pengakuan dan izin yang serupa.
Dante Disparte, Chief Strategy Circle, menyatakan bahwa langkah ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa semua transaksi dengan stablecoin harus mengikuti standar dan norma keuangan yang telah ditetapkan. Dengan adanya persetujuan ini, diharapkan proses regulasi dan kepatuhan terhadap hukum keuangan dapat lebih disederhanakan di tingkat federal.





