Kasus Suap Blueray Cargo: Persaingan TNI vs Polisi

by

Kasus Suap Blueray Cargo: Persaingan Politik antara TNI dan Polisi

JAKARTA, VANUSNEWS.COM | Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, memandang kasus dugaan suap pengurusan impor yang melibatkan Blueray Cargo memiliki sudut pandang yang lebih kompleks daripada sekadar tindak pidana korupsi. Menurut Uchok, kasus ini juga mengandung unsur persaingan politik yang tidak bisa diabaikan.

Indikasi Persaingan Politik

Menurut Uchok, indikasi persaingan politik antara TNI dan Polisi tampak jelas dalam penanganan kasus ini. Meskipun telah ada pengakuan dari pegawai Blueray terkait pemberian uang kepada oknum aparat penegak hukum, namun penegakan hukum belum menyentuh pihak-pihak terkait dari kepolisian, BPK, BPOM, maupun Kementerian Perdagangan yang disebut dalam kasus suap tersebut.

Uchok juga menyoroti fokus KPK yang cenderung lebih kepada institusi Bea dan Cukai, terutama pada Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama. Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya agenda tersendiri dalam menangani kasus ini.

Kecemburuan Institusi Kepolisian

Kasus Blueray Cargo juga dipandang sebagai gambaran dari kecemburuan institusi kepolisian terhadap peran semakin banyak personel militer yang menduduki posisi penting di lembaga negara. Uchok menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto tetap memberikan perhatian pada kepolisian dalam penempatan jabatan strategis, sebagaimana pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dengan dinamika yang terjadi, Uchok berpendapat bahwa masyarakat sipil sebaiknya hanya mengamati konflik antara tentara dan polisi. Menurutnya, kepercayaan Presiden Prabowo terhadap tentara lebih dominan daripada pada kepolisian saat ini.

Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari KPK atau pihak yang disebut dalam pernyataan Uchok. Semua analisis dan pendapat tersebut bersifat pribadi dan belum melalui proses hukum yang jelas.

Source link