Grayscale: Dukungan Pembeli Lain Diperlukan agar Harga Bitcoin Stabil
Head of Research Grayscale, Zach Pandl, menyoroti keterbatasan Strategy dalam mengakumulasi Bitcoin (BTC) hanya melalui harga saham STRC dan MSTR. Perlu adanya campur tangan pembeli lain untuk menjaga harga Bitcoin tetap stabil.
Penjualan Bitcoin oleh Strategy
Pandl mengemukakan pandangannya setelah Strategy menjual sebanyak 32 Bitcoin senilai US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 45,22 miliar. Dengan rata-rata harga jual mencapai US$ 77.135 atau sekitar Rp 1,39 miliar, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini berkurang menjadi 843.706 BTC. Transaksi ini menjadi penjualan Bitcoin pertama kali oleh Strategy sejak Desember 2022.
Impak Terhadap Pasar
Pandl menekankan bahwa meskipun penjualan tersebut relatif kecil dibandingkan dengan total kepemilikan BTC Strategy, namun perubahan dalam kebijakan keuangan perusahaan dapat mempengaruhi sentimen pasar yang sedang tidak stabil akibat ketidakpastian geopolitik.
Volatilitas harga juga mempengaruhi saham preferen Strategy, Stretch (STRC), yang saat ini diperdagangkan mendekati US$ 100 dan membayar dividen sebesar 11,5%. Harga saham di bawah level tersebut membuat investor membutuhkan pengembalian yang lebih tinggi, yang kemudian dapat meningkatkan kewajiban dividen Strategy. Hal ini dapat mengakibatkan penyesuaian pembayaran dengan tekanan arus kas yang lebih tinggi yang terkait dengan neraca yang ditopang oleh Bitcoin.
Dengan kondisi ini, Pandl menyatakan bahwa model bisnis Strategy yang menggunakan leverage kini berada di bawah tekanan, yang pada gilirannya meningkatkan volatilitas pasar Bitcoin secara keseluruhan. Pandl juga memperkirakan bahwa Strategy, yang biasanya menjadi pembeli bersih BTC, akan kesulitan untuk mengakumulasi lebih banyak token pada harga saham yang ada untuk STRC dan MSTR.





