Jepang Siap Luncurkan Stablecoin Yen untuk Masa Depan Infrastruktur Pembayaran
Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk mengakselerasi penerapan stablecoin berbasis yen dalam sistem pembayaran dan bisnis. Langkah ini diambil sebagai bagian dari rencana menyelaraskan penggunaan teknologi keuangan blockchain di Asia, dengan meluncurkan stablecoin yen.
Langkah Inovatif Menuju Global Stablecoin Corridor Initiative
Proposal ini mencakup konsep Global Stablecoin Corridor Initiative, sebuah jaringan yang akan menghubungkan stablecoin yen dan dolar AS. Hal ini bertujuan untuk memfasilitasi transaksi lintas negara dengan lebih efisien.
Menurut Junichi Kanda, anggota parlemen LDP, stablecoin bukan hanya eksperimen aset digital. Sebaliknya, LDP melihatnya sebagai infrastruktur pembayaran masa depan. Transaksi bisnis domestik di Jepang mencapai sekitar 1.200 triliun yen, dan sekitar 40%-50% dari transaksi ekspor dan impor Jepang dengan Asia saat ini sudah menggunakan yen.
Penerbitan Stablecoin oleh Bank-Bank Besar Jepang
Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengindikasikan bahwa implementasi stablecoin yen semakin dekat. Dia bahkan menyebut bahwa tiga bank besar Jepang berpotensi menerbitkan stablecoin berbasis yen pada tahun 2027. Hal ini merupakan langkah penting menuju perkembangan sistem pembayaran yang lebih modern.
Peraturan baru terkait stablecoin yang dikeluarkan oleh regulator jasa keuangan Jepang mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Dengan demikian, penerbitan stablecoin yen semakin mendekati kenyataan, dan Jepang siap untuk merangkul era transaksi digital dengan langkah-langkah inovatif yang diambil.





