Gerindra Bela Intensitas Kunjungan Luar Negeri Prabowo
JAKARTA – Partai Gerindra memberikan tanggapan terhadap kritik yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, terkait seringnya Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Menurut Gerindra, semua lawatan yang dilakukan Presiden merupakan bagian dari menjalankan misi negara dan memperjuangkan kepentingan nasional di tengah perkembangan dinamika global.
Presiden Bawa Misi Negara, Bukan Perjalanan Pribadi
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukan oleh Presiden tidak boleh dipandang sebagai aktivitas personal. Hal tersebut merupakan bagian dari diplomasi antarnegara yang memiliki tujuan strategis bagi Indonesia. Menurut Bahtra, semua agenda kunjungan yang dilakukan Presiden bersifat terbuka dan dapat diakses masyarakat melalui berbagai kanal informasi resmi pemerintah.
Agenda Strategis dalam Setiap Kunjungan Kenegaraan
Bahtra juga menjelaskan bahwa setiap kunjungan luar negeri Presiden melibatkan delegasi lintas kementerian, lembaga, BUMN, serta pelaku usaha. Selain itu, berbagai agenda strategis dijalankan secara paralel dalam setiap kunjungan kenegaraan, seperti pembahasan kerja sama investasi, perdagangan, energi, pertahanan, hingga pengembangan teknologi.
Menurut Bahtra, pendekatan diplomasi yang dilakukan Presiden tidak hanya fokus pada hubungan politik antarnegara, tetapi juga bertujuan untuk membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia. Gerindra menilai bahwa keberhasilan diplomasi tidak hanya bergantung pada jumlah perjalanan yang dilakukan, tetapi juga dari hasil konkret yang diperoleh Indonesia melalui berbagai kesepakatan dan kerja sama yang dibangun dalam setiap kunjungan kenegaraan.





