Habiburokhman Balas Kritik Dino Patti Djalal Kunjungan Luar Negeri Prabowo

by

Habiburokhman Tegaskan Pentingnya Diplomasi Tingkat Tinggi

JAKARTA – Kritik mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terhadap intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto memicu respons keras dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman.

Politikus Gerindra itu menilai pernyataan Dino tidak perlu menggiring publik untuk membandingkan kinerja pemerintahan saat ini dengan periode sebelumnya. Menurutnya, kritik tersebut justru dapat memunculkan penilaian balik terhadap capaian diplomasi pada masa Dino masih aktif di Kementerian Luar Negeri.

“Jangan memancing publik untuk membanding-bandingkan. Kan susah kalau dibanding-bandingkan. Kalau ditanya, zamannya Pak Dino sehebat apa sih? Kok sekarang merasa orang paling Kemlu gitu loh. Sok paling Kemlu sendiri sedunia,” kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Kritik Dino Patti Djalal dan Tanggapan Habiburokhman

Habiburokhman menegaskan, di tengah kondisi geopolitik global yang semakin dinamis, Presiden Prabowo justru dituntut untuk aktif membangun komunikasi dan hubungan langsung dengan para pemimpin dunia. Menurutnya, diplomasi tingkat tinggi menjadi instrumen penting dalam memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia.

“Menurut kami, justru Presiden Prabowo harus sangat proaktif, baik menerima kunjungan maupun juga mengunjungi pemimpin negara lain,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan tanggapan atas kritik yang sebelumnya disampaikan Dino Patti Djalal. Diplomat senior yang juga mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat itu meminta Presiden Prabowo mengurangi frekuensi perjalanan luar negeri yang dinilainya terlalu tinggi sejak menjabat sebagai kepala negara.

Debat Publik Mengenai Intensitas Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo

Perdebatan mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo belakangan menjadi perhatian publik. Di satu sisi, sejumlah pihak menilai aktivitas diplomasi internasional diperlukan untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah berbagai tantangan global. Namun di sisi lain, terdapat pandangan yang menginginkan agar pemerintah lebih banyak memberikan perhatian pada persoalan domestik yang dihadapi masyarakat.

Hingga kini, pemerintah menegaskan bahwa setiap kunjungan luar negeri Presiden dilakukan dalam rangka menjalankan agenda kenegaraan, memperkuat kerja sama strategis, serta mengamankan kepentingan nasional Indonesia di berbagai sektor.

Source link