Harga Bitcoin Turun Mendekati US$ 70.000 akibat Ketegangan AS-Iran
Pada Senin malam, 1 Juni 2026, harga Bitcoin (BTC) melonjak turun mendekati angka US$ 70.000 atau sekitar Rp 1,24 miliar. Koreksi harga BTC ini bukan hanya dialami oleh Bitcoin sendiri, melainkan juga oleh kripto-kripto utama lainnya. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta aksi penjualan BTC oleh Strategy yang menekan aset-aset berisiko.
Harga Bitcoin dan Kripto Lainnya
Menurut laporan dari The Block pada Selasa (2/6/2026), harga Bitcoin, kripto terbesar di dunia, turun sebesar 4,2% dalam kurun waktu 24 jam menjadi US$ 70.587 atau sekitar Rp 1,25 miliar. Sementara itu, Ethereum juga mengalami penurunan sebesar 1,1% menjadi US$ 1.986 atau sekitar Rp 35,44 juta. Tidak hanya Bitcoin dan Ethereum, harga BNB juga terpangkas sebesar 2,4%, XRP melemah 3,8%, dan Solana pun turun sebesar 2,8%.
Faktor-faktor Penyebab Penurunan Harga
Penurunan harga kripto secara keseluruhan dipicu oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pasca Iran menangguhkan negosiasi dengan AS sebagai protes atas serangan militer Israel di Lebanon, ketidakpastian geopolitik semakin merajalela. Kabar adanya adu mulut antara Presiden AS, Donald Trump, dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga turut mempengaruhi sentimen pasar.
Hal lain yang menjadi faktor penurunan harga Bitcoin adalah pengungkapan Strategy yang telah menjual 32 BTC dengan harga sekitar US$ 2,5 juta atau sekitar Rp 44,6 miliar. Perusahaan tersebut menjual Bitcoin dengan harga rata-rata US$ 77.135 per Bitcoin antara 26 Mei dan 31 Mei. Meskipun jumlah Bitcoin yang dijual tidak terlalu signifikan, namun hal ini memberikan sinyal kepada pasar bahwa perusahaan perbendaharaan Bitcoin sebesar Strategy juga turut merasakan tekanan akibat penurunan harga kripto.
Dengan berbagai faktor tersebut, harga Bitcoin dan kripto lainnya terus mengalami fluktuasi signifikan dalam kurun waktu yang singkat. Sentimen pasar yang dipengaruhi oleh isu geopolitik dan aksi jual beli aset digital menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku pasar kripto di seluruh dunia.





