Situs Palsu Uniswap Curi Dompet Kripto Senilai Rupiah 71 Miliar
Dalam dunia cryptocurrency, kejahatan siber menjadi ancaman serius yang harus diwaspadai oleh para pemegang aset digital. Baru-baru ini, Uniswap, platform pertukaran kripto terdepan, menjadi korban utama dari aksi peniruan yang dilakukan oleh para pelaku kejahatan. Menurut laporan terbaru dari SEAL, sebanyak 41% dari total situs berbahaya yang dipantau meniru Uniswap, dengan kerugian mencapai lebih dari USD 1,27 juta dalam rentang waktu 13 Maret hingga 30 Maret.
Aksi Phishing Terhadap Pengguna Dompet Kripto
Selain kasus situs palsu Uniswap, pengguna dompet kripto Ledger juga menjadi target empuk bagi para pelaku phishing. Melalui serangkaian email palsu yang mengklaim kolaborasi antara Ledger dan Trezor, para pelaku berusaha untuk meminta informasi rahasia pengguna, seperti frasa pemulihan berisi 24 kata. Kelemahan keamanan pada mitra e-commerce Ledger, Global-e, menjadi pintu masuk bagi para pelaku untuk meretas data pelanggan dan memanfaatkannya dalam aksi penipuan.
Peringatan dari Chief Technology Officer Ripple
David Schwartz, Chief Technology Officer (CTO) Ripple, pun memberikan peringatan terkait kampanye phishing yang meresahkan. Para pelaku mengirim email palsu yang menyamar sebagai pemberitahuan keamanan resmi dari Robinhood, dengan modus operandi mengklaim ada aktivitas mencurigakan yang memerlukan tindakan segera dari pengguna. Tombol “Review Activity Now” dalam email tersebut sebenarnya adalah jebakan untuk mencuri data penting pengguna, sehingga langkah antisipasi menjadi krusial dalam menghadapi ancaman semacam ini.
Ketika dunia digital semakin kompleks, keberadaan para pelaku kejahatan di ranah cryptocurrency juga semakin meresahkan. Para pengguna dan platform pertukaran kripto harus senantiasa waspada dan meningkatkan pengetahuan keamanan dalam melindungi aset digital mereka dari ancaman serupa. Semoga kerjasama antara pihak terkait dapat meminimalisir risiko dan melindungi ekosistem kripto dari gangguan yang merugikan.





