DPR Kecam Penangkapan WNI oleh Israel: Kemlu Diminta Maksimal Upayakan Pembebasan

by

DPR Mengecam Penangkapan WNI dan Jurnalis oleh Israel

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia mengutuk tindakan Israel yang menangkap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan jurnalis dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional.

Reaksi Tegas dari Wakil Ketua DPR

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi NasDem, Saan Mustopa, menyatakan kekecewaannya terhadap penangkapan tersebut. Saan menegaskan bahwa pihaknya sangat menyesalkan dan mengutuk tindakan Israel yang menyasar jurnalis dan WNI dalam kejadian tersebut.

“Pertama tentu kita menyayangkan ya dan mengutuk apa yang dilakukan oleh Israel terkait dengan penangkapan baik terhadap jurnalis maupun juga WNI kita,” kata Saan.

Dia juga berharap agar pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan lembaga terkait, dapat bekerja keras untuk memastikan keselamatan serta pembebasan para WNI yang ditahan.

Pemerintah Bergerak untuk Pembebasan

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, mengakui bahwa keterbatasan komunikasi menjadi salah satu hambatan utama dalam memantau kondisi para WNI yang ditahan. Komunikasi terputus membuat pemerintah harus menggunakan jalur alternatif untuk memastikan keamanan WNI yang terlibat.

“Keterbatasan komunikasi ini, makanya kita harus lewat pihak ketiga. Tapi kita terus melakukan koordinasi dan pemantauan setiap saat,” jelas Sugiono.

Upaya pemantauan dan koordinasi terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk jaringan pengacara dan lembaga bantuan hukum HAM internasional.

Pemerintah Indonesia, meskipun menghadapi keterbatasan komunikasi langsung, terus berupaya untuk melindungi WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Langkah-langkah diplomasi juga ditempuh untuk memastikan pembebasan mereka dari tahanan.

Source link