CBA Bongkar Dugaan Mark Up Perangkat Komputer di Setda Kaltim

by

Jakarta, VANUSNEWS.COM | Dugaan pemborosan anggaran di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan publik. Setelah kontroversi terkait anggaran cuci pakaian dinas, kini terkuak pengadaan komputer dan perangkat teknologi yang diduga penuh pemborosan dan penggelembungan harga.

Publik Curiga Terjadi Pemborosan Anggaran di Setda Kaltim

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi, menyoroti belanja perangkat komputer di Setda Kaltim di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud. Menurut Uchok, anggaran yang diaudit CBA menunjukkan pola pemborosan dan kemungkinan permainan anggaran dalam pengadaan komputer.

Pada tahun 2026, Setda Kaltim menganggarkan pembelian 23 unit komputer senilai Rp419.963.742. Angka ini hanya sebagian kecil dari total belanja perangkat teknologi yang sebelumnya telah menelan anggaran miliaran rupiah.

Spesifikasi Perangkat Komputer dengan Harga Fantastis

Perhatian utama tertuju pada satu unit perangkat dengan harga mencapai Rp147.143.399, padahal spesifikasi perangkat tersebut dianggap tidak sebanding dengan harga tinggi tersebut. Menurut CBA, harga sebesar itu tidak sepadan dengan spesifikasi standar yang dimiliki perangkat tersebut.

CBA juga mencatat ketidakwajaran harga antar perangkat dalam proyek tersebut. Ada perangkat yang dihargai sekitar Rp10 juta, namun ada yang melonjak hingga puluhan juta rupiah tanpa penjelasan yang transparan.

Panggilan untuk Penegakan Hukum

Menyikapi dugaan pemborosan anggaran ini, CBA mendesak aparat penegak hukum, termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk menyelidiki kemungkinan mark up atau penyimpangan dalam proses pengadaan. Uang publik seharusnya tidak digunakan seenaknya, terutama dalam kondisi masyarakat membutuhkan lebih banyak dana untuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Source link